Semasa SMP, pasti yang dipikirkan adalah bagaimana nanti saya SMA. Jelang tamat SMA, akan berpikir bagaimana biaya kuliah, kemana saya akan kuliah dan akan mengambil jurusan apa saya kuliah.
Oke, itu semua sudah berlalu. Kini aku sudah menempuh tahap menjadi seorang jurnalis. Tapi bukan berarti itu lepas dari tahapan selanjutnya. Tentu yang menjadi pertanyaan besar adalah "Kapan nikah?". Beberapa rekan bahkan sering ngejek dengan bilang "Emang sudah ada calonnya? Emang ada yang suka?,"....
Kadang memilih untuk cuek tapi kadang juga menjadi beban bagi ku. Tentu semua orang yang notabene sudah bisa menghasilkan penghasilan pasti ingin bersanding di pelaminan. Entah aku orang peragu untuk mengambil resiko besar atau tidak, tetapi menjadi beban tersendiri dalam diri ku. Kadang berpikir untuk mencari sosok perempuan yang akan diajak untuk menikah...
Hemmmm...aku realistis. Beban kerja setidaknya turut 'ikut andil'. Kerja dengan tekanan tinggi sebagai jurnalis online (deadline tanpa batas), membuat sebagian besar waktu terkuras habis. Dalam 1 minggu hanya libur 1 hari (kadang2 2 hari), atau izin sakit (sebenarnya pengen istrahat). Itupun dihabiskan untuk bermanja-manja di atas tempat tidur atau depan televisi.
Teman-teman juga menyadari hal itu. Bahkan, ada pemahaman bahwa profesi jurnalis justru meninggalkan kehidupan sosial di sekitar tempat dia tinggal. Logis, karena berangkat kerja ketika pagi atau menuju siang (jam 8 hingga 9-an). Dan pulang larut, bahkan tengah malam jika ada kejadian yang mengharuskan kita melakukan kegiatan jurnalistik.
So....apapun alasan di atas, tentu sebagai bahan pertimbangan. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Tinggal, manajemen waktu saja. Itu yang belum saya miliki.
Labels
- Catatan ku (3)
- Humaniora (2)
- IMM Ku (3)
- Lomba (2)
- Media Massa (17)
- news (2)
- Opini (10)
- penerbit (1)
- Pengalaman Ku (3)
- pidato (3)
- Pojok Mbojo (6)
- Tokoh Bima (1)
- wawancara (1)
Kerja Jurnalis Melupakan Dirinya (?)
Minggu, 25 September 2011Created by Agus Rahmat at 05:51 0 comments Links to this post
Labels: Catatan ku
Inilah 10 Komitmen Sentul Partai Demokrat
Senin, 25 Juli 2011Agus Rahmat
Bogor - Hasil Rakornas Partai Demokrat (PD) merumuskan 10 rekomendasi. Rekomendasi ini diberi nama 10 komitmen sentul.
Inilah 10 Komitmen Sentul yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPP PD Jhonny Allen Marbun dalam penutupan Rakornas di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor Jawa Barat,Minggu (24/7/2011) :
1. Partai Demokrat harus meneguhkan jati diri sebagai partai tengah, nasionalis, religius, reformis dan memegang etika politik bersih, cerdas dan santun.
2. Partai Demokrat harus terus konsentrasi melakukan konsolidasi internal.
3. Partai Demokrat harus terus melakukan koreksi, perbaikan dan penyempurnaan atas berbagai kekurangan yang ada, dan bekerja keras membangun Partai Demokrat yang modern, kuat dan dicintai rakyat.
4. Partai Demokrat harus memperkuat kaderisasi sebagai mata air sumber daya manusia yang berkualitas untuk kemajuan partai, kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
5. Parta Demokrat harus semakin meningkatkan keberhasilan dalam pemilukada untuk menyejahterakan rakyat di daerah.
6. Partai Demokrat harus terus meningkatkan pengelolaan partai berdasarkan hasil kongres di Bandung.
7. Partai Demokrat harus semakin mampu menjalankan komunikasi yang cerdas, dan menyambung dengan aspirasi rakyat.
8. Partai Demokrat menegakkan disiplin kader, dan sinergi kerja seluruh kader.
9. Para kader Partai Demokrat yang bertugas di DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota harus semakin mampu menjalankan tugas di parlemen dan daerah pemilihan masing-masing.
10. Para kader Demokrat harus konsisten dan disiplin menjalankan fungsi partai yang mendukung pemerintahan yang baik.
Created by Agus Rahmat at 04:23 0 comments Links to this post
Balada Kebingungan Patrialis Akbar 'Diserang' Yusril
Senin, 27 Juni 2011| Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar |
Masa tahanan pun dianggap janggal karena berlaku 1 tahun, sementara seharusnya 6 bulan.
Menjawab serangan ini, Menkumham Patrialis Akbar dibuat bingung. Seusai raker dengan Komisi III DPR, Senin (27/6/2011), Patrialis langsung 'diserbu' wartawan.
Created by Agus Rahmat at 08:49 0 comments Links to this post
Labels: news
Anekdot Penghasilan Jurnalis
Kamis, 16 Juni 2011Jurnalis, entah mau dibilang sebagai buruh atau kuli (padahal sama aja yah…), adalah pekerja professional. Setiap pekerjaan, masalah penghasilan alias gaji adalah hal yang tidak pernah habis untuk dibahas. Gimana tidak, lha wong anggota DPR aja yang penghasilan sebagai anggota sudah banyak gitu masih aja mempermasalahkan gajinya. Buktinya kan seperti korupsi dan sejenisnya. Pejabat Negara juga demikian lah lagaknya.
![]() | ||
| Wartawan Balaikota DKI bertandang ke rumah dinas Gubernur DKI Fauzi Bowo |
Created by Agus Rahmat at 09:20 0 comments Links to this post
Labels: Catatan ku
DPR Sok Tahu Masalah MK
Saya nggak mengerti ya, kok siapa yang merumuskan itu. Saya tunggu ditelepon tapi tidak pernah ada. Masa urusan pembalakan liar saya ditelepon kok tentang MK tidak sama sekali.
Saya dengar mereka sudah melakukan stud banding. Saya kan 5 tahun jadi ketua MK, saya yang merumuskan Undang-undang MK, saya juga ikut merumuskan UUD mengenai MK dan waktu itu buku tentang MK itu tidak ada di Indonesia kecuali buku saya. Lalu selama di MK saya sudah menulis 15 buku tentang MK, kok mereka tidak menelepon saya, malah menelepon urusan pembalakan liar yang sudah saya tolak karena bukan bidang saya tapi saya paksa juga. Tentu saya tidak mengerti apa itu isi rancangan undang-undang itu, kalau saya dengar banyak ngawurnya
Created by Agus Rahmat at 07:52 0 comments Links to this post
Labels: wawancara
(Susahnya) Menjadi Jurnalis Online
Selasa, 14 Juni 2011John Naisbitt pernah memprediksi bahwa perkembangan teknologi informasi akan meningkat pesat. Bahkan, jauh lebih cepat dari peralihan masa-masa sebelumnya.
Jurnalis. Jika dulu orang familiar menyebut jurnalis cetak dan televisi, sekarang ada tambahan. Tentu jurnalis online. Kebutuhan informasi yang cepat, membuat online menjadi pilihan utama. Tidak hanya itu, perkembangan teknologi seperti HP juga mempengaruhi keberadaan media online ini.
Masyarakat dengan tingkat kesibukan yang luar biasa seperti di Jakarta, menjadikan waktu semakin sempit untuk sekedar membaca koran. Praktis, media online lah yang menjadi panduan. Sebab, dapat diakses dimana saja dan kapan saja tanpa harus kerepotan menenteng lembar demi lembar yang tebal dari cetakan koran atau majalah. Update informasinya juga lebih cepat karena hampir dalam hitungan menit selalu saja ada berita. Ada isu-isu baru. Ada informasi baru. Masyarakat dimanjakan dengan informasi. Tidak salah memang jika kemudian disebut abad informasi.
Created by Agus Rahmat at 09:56 0 comments Links to this post
Labels: Catatan ku
Artis dan Publik Figure
Kamis, 09 Juni 2011
Seorang teman sempat berucap: "Sebagai publik figur, seharusnya dia ngasi contoh yang baik dunkz!!! Masa udah jadi publik figur malah menyalahgunakan narkoba!!,"
Sebuah tayangan televisi yang menyoroti artis lain menyebut dengan tegas kata-kata "Publik Figur".
Benarkah mereka publik figur?
Saya masih sanksi!!! Sebab, ketenaran mereka, saat ini kebanyakan karena kontroversi mereka. Tapi, kontroversi yang dibuat bukan dalam arti perdebatan intelektual. Melainkan, kontroversi yang justru negativ dan amoral.
Bukan rahasia lagi, rebutan pacar,saling lapor polisi, tuding-tudingan, hingga yang paling sering terjadi adalah foto-foto dan video panas alias porno. Hemmmm..itulah yang membuat mereka tenar. Oh ya, ada 1 lagi, mereka tenar jika si perempuan tampil vulgar/sexy atau yang paling di sebut adalah tampil berani walau modal pas-pasan. Kalau cowok? hampir sama, tidak jauh berbeda.
Created by Agus Rahmat at 09:40 0 comments Links to this post
Labels: Humaniora
Pidato Soekarno 1 Juni 1945
Rabu, 01 Juni 2011Paduka Tuan Ketua Jang Mulia!
Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saja mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua Jang Mulia untuk mengemukakan pula pendapat saja. Saja akan menetapi permintaan Paduka Tuan Ketua Jang Mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua Jang Mullia? Paduka Tuan Ketua Jang Mulia minta kepada sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saja kemukakan didalam pidato saja ini.
Ma'af, beribu ma'af! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua jang mulia, jaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saja, jang diminta oleh Paduka tuan ketua jang mulia ialah, dalam bahasa Belanda: "Philosofische grondslag" dari pada Indonesia merdeka. Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran jang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat jang sedalam-dalamnya untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka jang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saja kemukakan, Paduka Tuan Ketua Jang Mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saja membitjarakan, memberi tahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah jang saja artikan dengan perkataan "merdeka".
Created by Agus Rahmat at 10:55 0 comments Links to this post
Labels: pidato


